"Evaluasi Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa
Baru (PKKMB) Universitas Lampung Tingkat Universitas dan Fakultas Tahun
2025"
DISUSUN OLEH:
NAMA:
BAGOES FEBRIANO
NPM:
2514191059
PRODI
PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS
PERTANIAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
tantangan sekaligus
peluang untuk berkembang. Agar proses penyesuaian lebih mudah, Universitas
Lampung setiap tahun menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi
Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan ini tidak hanya sekadar perkenalan dengan
kampus, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang kehidupan akademik,
sosial, dan organisasi di perguruan tinggi.
PKKMB menjadi ajang
penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal universitas, fakultas, serta
aktivitas yang bisa mereka ikuti selama menempuh studi. Selain itu, kegiatan
ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan yang
akan sangat berguna dalam kehidupan kampus. Pelaksanaannya dilakukan secara
terstruktur, baik di tingkat universitas maupun fakultas, sehingga mahasiswa
baru dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat sejak awal. Bagi mahasiswa
baru, memasuki dunia kampus adalah pengalaman baru yang penuh
Namun, setiap kegiatan
tentu memerlukan evaluasi. Evaluasi PKKMB penting dilakukan untuk mengetahui
sejauh mana tujuan kegiatan tercapai. Apakah mahasiswa benar-benar merasa
terbantu? Apakah informasi yang diberikan sudah jelas dan mudah dipahami? Atau
masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki agar kegiatan berikutnya lebih efektif
dan menyenangkan?
Melalui evaluasi PKKMB
tahun 2025 ini, diharapkan dapat ditemukan kelebihan dan kekurangan dari
pelaksanaannya. Hasil evaluasi ini akan menjadi masukan berharga bagi
Universitas Lampung agar PKKMB ke depan semakin baik, inovatif, dan mampu
membekali mahasiswa baru agar lebih siap menjalani kehidupan kampus dengan
semangat dan percaya diri.
1.2
Sejarah Universitas Lampung
Universitas Lampung (Unila)
didirikan pada 23 September 1965 sebagai universitas negeri pertama di Provinsi
Lampung. Pendirian Unila tidak terlepas dari aspirasi masyarakat Lampung yang
menginginkan adanya lembaga pendidikan tinggi di daerah ini untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Pada awalnya, Unila hanya memiliki
dua fakultas, yaitu:
1.
Fakultas Ekonomi
2.
Fakultas hukum
Kemudian, seiring kebutuhan dan
perkembangan ilmu pengetahuan, dibuka fakultas-fakultas baru, di antaranya:
·
Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (FKIP)
·
Fakultas Pertanian
·
Fakultas Teknik
·
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik (FISIP)
·
Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam
·
Fakultas Kedokteran
·
Fakultas Kehutanan
Kini, Unila telah berkembang menjadi
universitas besar dengan 9 fakultas dan berbagai program pascasarjana, menjadikannya
pusat pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian masyarakat di wilayah
Sumatera bagian selatan.
Unila memiliki visi menjadi
“Perguruan Tinggi Sepuluh Besar di Indonesia dan Bereputasi Internasional”,
yang diwujudkan melalui penguatan tridharma perguruan tinggi, peningkatan
kualitas lulusan, serta pembangunan kampus berbasis digital dan ramah lingkung
1.3 Sejarah Fakultas Pertanian Universitas
Lampung
Fakultas Pertanian Universitas
Lampung (Faperta Unila) merupakan salah satu fakultas tertua di Unila yang
didirikan pada tahun 1967, hanya dua tahun setelah Unila resmi berdiri.
Pendirian Faperta tidak lepas dari kondisi Provinsi Lampung yang dikenal
sebagai daerah agraris dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan,
dan kehutanan.
Pada awal berdirinya, Faperta hanya
memiliki satu jurusan, yaitu Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Seiring
perkembangan zaman dan kebutuhan, fakultas ini kemudian menambah jurusan dan
program studi baru. Saat ini, Faperta Unila menaungi berbagai jurusan dan
program studi, antara lain:
1.
Jurusan Agronomi dan Hortikultura
2.
Jurusan Proteksi Tanaman
3.
Jurusan Ilmu Tanah
4.
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
5.
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
(Agribisnis dan Penyuluhan Pertanian)
6.
Jurusan Kehutanan
Selain pendidikan, Faperta Unila
juga aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya yang terkait
dengan pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, teknologi pertanian, dan
pelestarian lingkungan.
Faperta Unila memiliki visi Menjadi
Fakultas Pertanian Pusat Unggulan dan Berdaya Saing Global dalam Pendidikan,
Riset, dan Inovasi Biomassa Tropika Berbasis Potensi Daerah untuk Ketahanan
Pangan dan Energi Berkelanjutan.
1.4 Tujuan
1.
Tujuan dibuat nya
makalah ini sebagai:Pemenuhan tugas selama masa pengenalan kehidupan kampus
bagi mahasiswa baru
2.
Memberikan
pemahaman awal kepada mahasiswa baru mengenai lingkungan akademik, organisasi,
serta fasilitas yang tersedia di Universitas Lampung dan fakultas
masing-masing.
3.
Membantu proses
adaptasi mahasiswa baru dalam menghadapi perubahan dari jenjang sekolah
menengah ke dunia perguruan tinggi.
4.
Menanamkan
nilai-nilai dasar kehidupan kampus, seperti disiplin, tanggung jawab,
kebersamaan, dan etika akademik.
5.
Membangun rasa
cinta dan bangga terhadap almamater, sehingga mahasiswa terdorong untuk
berkontribusi dalam menjaga nama baik Universitas Lampung.
BAB II
PEMBAHASAN
MATERI
HARI KE-1
1. Konsep Society 5.0,
Peluang AI, dan Tantangannya
Pemateri: AKBP Vicky
Dzulkarnain, M.M.
Materi hari pertama
PKKMB dibuka dengan pembahasan tentang pembentukan karakter di tengah tantangan
Society 5.0, sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan didukung
oleh teknologi. Menurut Bapak Vicky, di era ini, kecerdasan buatan (AI)
digunakan untuk menganalisis data besar guna menciptakan nilai baru. Namun, ia
menekankan bahwa AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran penting karakter,
moral, dan keteladanan. Meskipun AI menawarkan banyak peluang, ada pula
tantangan besar yang harus dihadapi. Bapak Vicky menyoroti beberapa risiko,
seperti potensi ketergantungan siswa yang dapat menurunkan kemampuan berpikir
kritis, isu etika seperti plagiarisme, dan kemungkinan bias pada algoritma.
Tantangan ini, ditambah dengan masalah sosial seperti kesenjangan ekonomi dan
intoleransi, menjadi hambatan dalam mewujudkan Indonesia Emas. Lebih lanjut,
Bapak Vicky memberikan panduan tentang karakter mahasiswa ideal. Ia mendorong
mahasiswa untuk menjadi individu yang produktif, misalnya dengan bekerja sambil
kuliah. Manfaatnya beragam, mulai dari memperbesar peluang sukses di dunia
kerja, menambah wawasan, hingga melatih manajemen waktu dan kepemimpinan.
Sebagai agen perubahan, mahasiswa diharapkan memiliki karakteristik dasar yang
kuat, seperti berkontribusi untuk masyarakat, disiplin, berintegritas, dan
bertanggung jawab. Mereka juga
memiliki peran krusial
dalam menjaga
ketertiban dan menyebarkan pesan perdamaian di media sosial, dengan semangat
"think globally, act locally.
2. Perguruan Tinggi
di Era Digital dan Revolusi Industri
Pemateri: Prof. Dr. Eng. Suroto Dwi Yuwono, S.Si, M.T.
Sesi berikutnya
disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Suroto Dwi Yuwono, yang memaparkan visi
strategis Universitas Lampung (Unila) menuju tahun 2045. Dalam paparannya,
beliau menjelaskan tahapan visi Unila:
* 2022-2025:
Memperkuat pembelajaran berbasis riset.
* 2026-2030:
Memperkuat riset berbasis inovasi.
* 2031-2045: Menuju
dan mencapai fase stabil sebagai universitas wirausaha (entrepreneurial
university). Prof. Suroto juga menjelaskan bahwa seluruh sistem perkuliahan di
Unila diatur oleh Quality Assurance untuk memastikan akreditasi setiap program
studi. Berkat upaya ini, Unila berhasil meraih akreditasi unggul dan memiliki
30 program studi yang terakreditasi internasional. Selain itu, beliau juga
memaparkan strategi unggulan Rektor periode 2023-2027 yang disingkat "BE
STRONG", meliputi penguatan bisnis, pemberdayaan SDM, peningkatan
pengajaran dan riset, serta tata kelola yang baik.
3. Transformasi
Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan
Pemateri: Hj. Eva Dwiana yang diwakili oleh Paryanto, S.IP
Selanjutnya, materi
mengenai peran mahasiswa dalam pembangunan kota disampaikan oleh Bapak
Paryanto. Ia menegaskan bahwa PKKMB adalah fondasi bagi mahasiswa untuk menjadi
individu yang mandiri dan kompeten. Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai
"agen perubahan" yang menjembatani pemerintah dan masyarakat. Peran
ini dapat diwujudkan melalui penyampaian gagasan inovatif untuk mengatasi
masalah kota seperti banjir dan sampah, serta kolaborasi sosial melalui
kegiatan magang, penelitian, atau sukarela. Mahasiswa baru didorong untuk
memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan diri, tidak takut
berorganisasi, dan berani keluar dari zona nyaman. Dengan semangat kolaborasi,
mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi, bukan masalah, dan berkontribusi
nyata bagi kemajuan kota.
4. Kehidupan
Berbangsa Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pemateri: Brigjen TNI Haryantana, S.H.
Materi terakhir
disampaikan oleh Brigjen TNI Haryantana, yang membahas ancaman terhadap
kehidupan berbangsa dan bernegara. Beliau menyoroti bahwa radikalisme,
intoleransi, dan terorisme masih menjadi ancaman serius di Indonesia.
Penangkapan terduga teroris dari awal tahun 2025 menunjukkan adanya "sel
tidur" yang masih aktif di berbagai wilayah. Menurutnya, motif di balik
aksi terorisme sangat kompleks, mulai dari paham radikalisme dan ideologi
fanatik yang keliru, ambisi politik, hingga perasaan dendam. Kelompok teroris
memanfaatkan rasa ketidakpuasan dan ketidakadilan untuk merekrut anggota dan melancarkan serangan. Oleh karena itu,
penting bagi setiap warga negara, khususnya mahasiswa, untuk memiliki kesadaran bela negara dan menjaga
persatuan bangsa dari ancaman-ancaman tersebut.
MATERI
HARI KE-2
1.
Peran Mahasiswa di Era Digital & Pengembangan Diri
Pemateri:
Prof. Dr. Sunyono, M.Si. – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni
Di era digital,
mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, melainkan juga harus memiliki
keahlian teknologi, kemampuan literasi digital, dan kecakapan interpersonal
yang mumpuni. Peran Mahasiswa di Era Digital:
·
Menyesuaikan Diri
dengan Teknologi: Mampu menggunakan aplikasi pembelajaran, perangkat lunak,
platform online, coding, manajemen data, dan memanfaatkan media sosial secara
positif.
·
Kolaborasi Daring:
Terampil bekerja sama melalui platform virtual seperti Zoom, Google Meet, atau
Microsoft Teams. Strategi untuk Bertumbuh di Era Digital:
·
Pola Pikir –
Belajar Seumur Hidup: Aktif mempelajari teknologi terbaru, mengikuti
perkembangan tren global dan lokal, serta menumbuhkan semangat belajar
mandiri.
·
Literasi Digital:
Mampu menyaring informasi yang kredibel, menjaga etika saat berinteraksi di
dunia maya, dan mengomunikasikan gagasan secara lugas dan efektif.
·
Partisipasi dalam
Inovasi: Menciptakan solusi kreatif seperti aplikasi edukasi atau kesehatan,
terlibat aktif dalam startup, penelitian, atau komunitas digital, serta
memanfaatkan data besar untuk analisis sosial dan ekonomi.
·
Ketahanan Diri: Bersikap
lentur dalam menghadapi perubahan, menerapkan pola pikir kritis, dan mengelola
stres melalui olahraga, meditasi, atau pendampingan. Perubahan Metode
Pengajaran:
·
Pembelajaran daring
yang interaktif.
·
Blended learning
(kombinasi tatap muka dan online).
·
Penilaian yang
memanfaatkan teknologi. Pengembangan Diri Mahasiswa:
·
Berfokus pada
penguatan kecakapan interpersonal, karakter, komunikasi, kerja tim, dan
semangat wirausaha. Program Belmawa 2025:
·
Meliputi PIMNAS,
MTQMN, POMNAS, PILMAPRES, LIDM, KRI, ON-MIPA, KMHE, SATRIA DATA, dan lainnya.
Mahasiswa Unila telah menunjukkan capaian luar biasa di tingkat nasional.
2. Pencegahan dan
Penanganan Kekerasan di Kampus
Pemateri: Prof. Dr. Novita Tresiana, M.Si. – Satgas PPKPT Unila
Tentang Satgas
PPKPT: Satuan tugas ini dibentuk untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman,
nyaman, dan bebas dari kekerasan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021. Layanan yang
Tersedia:
·
Layanan pelaporan
dan pendampingan psikologis.
·
Bantuan
hukum.
·
Dukungan akademis
dengan jaminan kerahasiaan.
·
Pemeriksaan
kesehatan mental melalui UPA BK. Peran UPA BK:
·
Memberikan
bimbingan dan konseling umum.
·
Menangani kasus
kekerasan di lingkungan akademik.
·
Berkoordinasi
dengan Tim Layanan Kekerasan Perguruan Tinggi.
3. Program P4GN
(Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika)
Pemateri: Tim Satgas P4GN & dr. Tri Umiana Soleha, M.Kes. –
“Klinik Unila Be Smart Be Healthy”
Latar Belakang: UPA
BK Unila menjadi pendorong utama program P4GN dengan bekerja sama dengan Badan
Narkotika Nasional (BNN), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi
rehabilitasi. Strategi P4GN:
·
Edukasi &
Kampanye Kesadaran: Memberikan sosialisasi tentang bahaya narkotika kepada
seluruh sivitas akademika.
·
Pendampingan &
Kebijakan Internal: Membangun budaya kampus yang sehat dan responsif terhadap
kasus penyalahgunaan narkoba.
·
Kolaborasi
Eksternal: Menjalin kerja sama dengan BNN dan mitra terkait, hingga menerima
penghargaan dari BNN Provinsi Lampung.
·
Pengembangan
Literasi & Inovasi: Mengadakan kampanye preventif dan meningkatkan
pengetahuan tentang bahaya narkotika.
·
Koordinasi Layanan:
Menentukan alur layanan dan tugas masing-masing pihak. Fasilitas Kesehatan
Tingkat 1 & Program BERSINAR (Bersih dari Narkoba) Pemateri: Poliklinik
Unila Tujuan: Meningkatkan kesadaran dan peran aktif mahasiswa dalam P4GN
melalui edukasi, layanan kesehatan, dan pendampingan. Upaya Preventif:
·
Skrining dini
terhadap penyalahgunaan narkotika.
·
Edukasi langsung
mengenai dampak buruk narkoba.
·
Layanan kesehatan
untuk konsultasi atau pertolongan. Layanan Pendukung:
·
Konsultasi
psikologis melalui e-Konseling.
·
Rawat jalan di
Klinik Unila.
·
Pendampingan khusus
bagi korban penyalahgunaan narkoba.
·
Kemitraan strategis
dengan institusi anti-narkoba. Program Edukasi & Pencegahan:
·
Kampanye edukasi ke
setiap fakultas.
·
Sosialisasi saat
PKKMB.
·
Pelatihan untuk
organisasi mahasiswa.
·
Pembentukan relawan
anti-narkoba.
·
Kampanye melalui
media digital dan sosial.
Materi
hari pertama PKKMB dibuka dengan pembahasan tentang pembentukan karakter di
tengah tantangan Society 5.0, sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada
manusia dan didukung oleh teknologi. Menurut Bapak Vicky, di era ini,
kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk menganalisis data besar guna menciptakan
nilai baru. Namun, ia menekankan bahwa AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan
peran penting karakter, moral, dan keteladanan. Meskipun AI menawarkan banyak
peluang, ada pula tantangan besar yang harus dihadapi. Bapak Vicky menyoroti
beberapa risiko, seperti potensi ketergantungan siswa yang dapat menurunkan
kemampuan berpikir kritis, isu etika seperti plagiarisme, dan kemungkinan bias
pada algoritma. Tantangan ini, ditambah dengan masalah sosial seperti kesenjangan
ekonomi dan intoleransi, menjadi hambatan dalam mewujudkan Indonesia Emas.
Lebih lanjut, Bapak Vicky memberikan panduan tentang karakter mahasiswa ideal.
Ia mendorong mahasiswa untuk menjadi individu yang produktif, misalnya dengan
bekerja sambil kuliah. Manfaatnya beragam, mulai dari memperbesar peluang
sukses di dunia kerja, menambah wawasan, hingga melatih manajemen waktu dan
kepemimpinan. Sebagai agen perubahan, mahasiswa diharapkan memiliki
karakteristik dasar yang kuat, seperti berkontribusi untuk masyarakat,
disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab. Mereka juga memiliki peran
krusial dalam menjaga ketertiban dan menyebarkan pesan perdamaian di media
sosial, dengan semangat "think globally, act locally.
4. Perguruan Tinggi di
Era Digital dan Revolusi Industri
Pemateri: Prof. Dr.
Eng. Suroto Dwi Yuwono, S.Si, M.T.
Sesi
berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Suroto Dwi Yuwono, yang memaparkan
visi strategis Universitas Lampung (Unila) menuju tahun 2045. Dalam paparannya,
beliau menjelaskan tahapan visi Unila:
·
2022-2025:
Memperkuat pembelajaran berbasis riset.
·
2026-2030:
Memperkuat riset berbasis inovasi.
·
2031-2045:
Menuju dan mencapai fase stabil sebagai universitas wirausaha (entrepreneurial
university). Prof. Suroto juga menjelaskan bahwa seluruh sistem perkuliahan di
Unila diatur oleh Quality Assurance untuk memastikan akreditasi setiap program
studi. Berkat upaya ini, Unila berhasil meraih akreditasi unggul dan memiliki
30 program studi yang terakreditasi internasional. Selain itu, beliau juga
memaparkan strategi unggulan Rektor periode 2023-2027 yang disingkat "BE
STRONG", meliputi penguatan bisnis, pemberdayaan SDM, peningkatan
pengajaran dan riset, serta tata kelola yang baik.
MATERI HARI
KE-3
1.
Ekosistem Pendidikan
Merupakan kumpulan
elemen pendidikan yang terintegrasi dalam satu lingkungan untuk mencapai tujuan
tertentu.
Ekosistem
pembelajaran saling terkait, saling mempengaruhi, dan bersimbiosis mutualisme.
2.
Kemajuan Suatu Bangsa (B.J. Habibie)
Faktor yang
menentukan:
Inovasi/Kreativitas
(SDM) → 45%
Link/Network →
25%
Teknologi → 20%
Sumber Daya Alam
(SDA) → 10%
Perguruan tinggi
berperan penting dalam pengembangan SDM.
3.
Kompetensi Lulusan
Lulusan perguruan tinggi diharapkan
memiliki:
·
Kemampuan berpikir
analitis & logis.
·
Kemampuan
berkomunikasi tertulis dan lisan.
·
Mampu bekerja dalam
tim maupun mandiri.
·
Menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi.
4.
Revolusi Industri 4.0
Era
disrupsi teknologi: gabungan fisik, digital, dan biologi.
Teknologi kunci:
Internet
of Things (IoT), Artificial Intelligence, Big Data, Robotics, Cloud Computing,
Machine Learning, Augmented Reality, Genetic Editing, 3D Printing, Nanotech
& Biotech, Deep Learning.
Tantangan:
Indonesia harus meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerja agar sesuai
dengan kebutuhan digital.
5.
Universitas 4.0
Perguruan
tinggi harus menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Pertanyaan utama:
1.
Bagaimana mendidik
mahasiswa agar sesuai kebutuhan RI 4.0?
2.
Apakah sistem
pendidikan sudah relevan?
3.
Bagaimana membangun
ulang sistem pendidikan agar adaptif?
Fokus: TIK, teknologi masa depan,
pendidikan dosen, pembelajaran sepanjang hayat.
6.
Sistem Pendidikan Tinggi
Input: mahasiswa baru.
• Proses: Tridharma PT (pendidikan, penelitian, pengabdian).
• Dukungan: leadership, manajemen, resources (dana, pegawai,
laboratorium, pustaka, kurikulum).
• Output: lulusan → masuk pasar kerja → diakui masyarakat → kembali
menjadi kebutuhan PT.
7.
Peran PT dalam Revolusi Industri 4.0
Sejak
revolusi industri 1.0 hingga 4.0, perguruan tinggi berperan dalam:
1.
Menghasilkan SDM
unggul.
2.
Berinovasi di
bidang teknologi.
3.
Menyesuaikan
kurikulum dengan perkembangan zaman.
8.
Plagiarisme
Semua tugas,
laporan, ujian, artikel harus hasil kerja sendiri.
Integritas
akademik: jujur, etis, menghargai ide orang lain, menggunakan sitasi &
referensi yang benar.
Plagiarisme = musuh
dunia pendidikan, bentuk ketidakjujuran akademik.
9.
Alasan Orang Melakukan Plagiarisme
1.
Tidak tahu bahwa
plagiarisme adalah kejahatan akademik.
2.
Tahu itu ilegal,
tapi tidak tahu cara menghindarinya.
3.
Tahu itu ilegal,
tapi tidak peduli (nyaman, mudah, cepat).
4.
Manajemen waktu
yang buruk.
10.Bagaimana
Menghindari Plagiarisme?
Kita akan terhindar
dari plagiarisme jika menyatakan secara jelas dan secara benar setiap saat kita
menggunakan: Ide, pendapat dan teori orang lain. Setiap fakta, data statistik,
grafik, gambar, informasi, yang bukan merupakan common knowledge. Mengutip
(memberi tanda "....") pada tulisan atau perkataan orang lain
(kalimat langsung) dengan tetap menyebutkan sumber. Contohnya : (Sumber:
Princeton University)
MATERI II
1.
Visi
Unggul &
berdaya saing global di pendidikan, riset, inovasi biomassa tropika untuk
pangan & energi berkelanjutan.
2.
Jurusan vs Prodi
Jurusan = unit
akademik (pendidikan, penelitian, pengabdian).
Prodi = rencana
belajar sesuai kurikulum.
3.
SKS
1 SKS kuliah = 50’
tatap muka + 60’ tugas + 60’ mandiri/minggu.
1 SKS seminar =
100’ tatap muka + 70’ mandiri.
1 SKS praktikum =
170’/minggu.
4.
Beban Studi
·
S1: 144–160 SKS (8
sem)
·
S2: 54–72 SKS (4
sem)
·
S3: 42–48 SKS (6
sem)
5.Sanksi
Akademik
Teguran → Nilai E →
Skorsing → Putus studi → Cabut ijazah.
Berlaku untuk
mencontek, pemalsuan, plagiarisme.
6.
Tips Sukses
·
Belajar tekun &
jangan malu bertanya.
·
Aktif organisasi.
·
Jangan ikut-ikutan
cerita negatif.
MATERI
III
1.
Tujuan
·
Membentuk etika
& karakter mahasiswa.
·
Menjaga
keharmonisan akademik & sosial.
2.
Tata Krama
·
Sopan santun:
hormati dosen, staf, & teman.
·
Berpakaian: rapi
& sopan.
·
Komunikasi: bahasa
formal, etika email/chat ke dosen.
3.
Norma Kampus
·
Akademik: jujur,
anti plagiarisme & mencontek.
·
Sosial: hargai
perbedaan.
·
Disiplin: tepat
waktu, taat aturan.
·
Kebersamaan: jaga
nama baik kampus.
·
Lingkungan: rawat
fasilitas & kebersihan.
4.
PelanggaranMencontek, plagiarisme.
·
Pakaian tidak
sopan.
·
Tidak menghargai
dosen/teman.
·
Merusak
fasilitas/lingkungan.
5.Kunci
Sukses
·
Disiplin, sopan, jujur, bertanggung jawab.
·
Pandai menempatkan diri.
·
Jadi teladan positif.
MATERI IV
1.Tujuan
·
Menyediakan fasilitas yang mendukung proses belajar-mengajar.
·
Menciptakan lingkungan akademik yang nyaman & efektif.
2. Sarana (alat penunjang langsung)
·
Ruang kuliah: kelas, kursi, papan tulis, LCD/proyektor.
·
Laboratorium: alat praktikum, bahan, komputer.
·
Perpustakaan: buku, jurnal, e-library.
·
Internet & IT: Wi-Fi kampus, e-learning, sistem akademik
online.
3.
Prasarana (penunjang umum)
·
Gedung & ruang belajar: fakultas, jurusan, aula.
·
Fasilitas umum: mushola/masjid, kantin, parkir, toilet.
·
Asrama/UKM: tempat kegiatan mahasiswa.
·
Sarana olahraga: lapangan, gym sederhana.
·
Lingkungan: taman, kebersihan, keamanan.
4.
Peran Sarpras bagi Mahasiswa
·
Mempermudah akses
pembelajaran.
·
Menunjang kegiatan
praktikum & penelitian.
·
Mendukung aktivitas
organisasi & pengembangan minat bakat.
·
Membantu mahasiswa
berkembang secara akademik & non-akademik.
5.
Kewajiban Mahasiswa
·
Menggunakan
fasilitas dengan baik & bijak.
·
Menjaga kebersihan
& keamanan sarpras.
·
Ikut serta merawat
& tidak merusak
MATERI
V
Hak
Mahasiswa UNILA
1. Memperoleh
pendidikan, pengajaran, dan layanan akademik sesuai minat, kemampuan, dan
bakat.
2. Memanfaatkan
fasilitas akademik dan umum untuk menunjang pembelajaran.
3. Mendapat
bimbingan dari dosen penanggung jawab program studi.
4. Memperoleh
informasi tentang program studi dan hasil belajar.
5. Menyelesaikan
studi lebih cepat sesuai ketentuan.
6. Alih program
studi di dalam UNILA dengan syarat tertentu.
7. Pindah program
studi ke luar UNILA.
8. Memperoleh layanan
kesejahteraan sesuai aturan.
9. Ikut serta dan
menjadi pemimpin organisasi kemahasiswaan.
10. Menyalurkan
aspirasi melalui organisasi kemahasiswaan.
11. Mendapat
pelayanan khusus bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
12. Membela diri
jika terkena tuduhan pelanggaran sebelum dijatuhi sanksi.
Kewajiban
Mahasiswa UNILA
1. Menanggung biaya
pendidikan (kecuali yang dibebaskan).
2. Mematuhi seluruh
ketentuan yang berlaku di UNILA.
3. Menjaga sarana,
prasarana, kebersihan, ketertiban, dan keamanan kampus.
4. Menghargai ilmu
pengetahuan dan teknologi.
5. Menjaga nama
baik UNILA.
6. Menjunjung
tinggi budaya nasional.
7. Menjunjung,
menaati norma dan etika warga UNILA.
8. Melaporkan
pelanggaran norma/aturan yang terjadi di kampus.
9. Menyelesaikan
pendidikan tepat waktu.
Manfaat
Mengikuti Organisasi Kemahasiswaan
1. Mengembangkan
soft skills.
2. Memperluas
relasi dan jaringan.
3. Belajar
manajemen dan kepemimpinan.
4. Meningkatkan
rasa percaya diri.
5. Menambah pengalaman
non-akademik.
6. Meningkatkan
kepedulian sosial dan empati.
Organisasi
Kemahasiswaan (ORMAWA) Fakultas Pertanian UNILA
Tingkat
Fakultas:
1. BEM
2. DPM
3. FOSSI
4. HIMASEPERTA
5. PERMA-AGT
6. GAMATALA
7. PERMA-TEP
Tingkat
Jurusan/Program Studi:
1. HMJ THP
2. HIMAPIK
3. HIMASYLVA
4. HIMAPROTEKTA
5. HIMAGRHO
6. HIMAPET
MATERI HARI KE-4
IDENTITAS PRODI PROTEKSI
TANAMAN
Pemateri : Dr. Tri Maryono, S.P., M.Si.
1985 : Jurusan Proteksi Tanaman (PS HPT) pertama kali didirikan.
2007-2016 : PS Hama &
Penyakit Tumbujan, PS Ilmu Tanah dan PS Agronomi bergabung menjadi PS
Agroteknologi.
2016 : PS Proteksi Tanaman
diaktifkan kembali berdasarkan SK Memristekdikti No. 174/KPT/I/2016
VISI, MISI, TUJUAN DAN
STRATEGI PROGRAM STUDI
Visi : Menjadi program studi
unggul dalam bidang ilmu dan teknologi proteksi tanaman yang berkelanjutan
untuk mendukung agroindustri.
Misi :
1. Menyelenggarakan
pendidikan tinggi dalam bidang ilmu dan teknologi proteksi tanaman yang
berkelanjutan untuk mendukung agroindustri.
2. Melaksanakan penelitian
dan mengembangkan bidang ilmu dan teknologi proteksi tanaman yang berkelanjutan
untuk mendukung agroindustri.
3. Melaksanakan pengabdian
kepada masyarakat sesuai kebutuhan dalam bidang ilmu dan teknologi proteksi
tanaman yang berkelanjutan untuk mendukung agroindustri.
4. Menjalin kerjasama dengan
mitra terkait ilmu dan teknologi proteksi tanaman yang berkelanjutan untuk
mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam bidang proteksi tanaman
yang berkelanjutan
FAKTOR PENGHAMBAT SUKSES
STUDI
3 hal yang harus dihindari
A. Judol (Judi Online )
bahaya judul adalah
1. kerugian akademik, yaitu
berupa konsentrasi dan motivasi belajar turun serta prestasi akademik menurun
fokus pada aktivitas judi
2. kerugian finansial yaitu
UKT tidak dibayarkan UKT digunakan untuk judul yang akhirnya UKT dibayar
melalui pinjol
3. gangguan psikologi berupa
kecanduan kemudian stres kemudian depresi.
4. kriminalitas bisa
melakukan tindakan kriminal yang bisa berakhir di kantor polisi.
B. Pinjol (Pinjaman Online)
bahaya pinjol berupa:
1. bunga tinggi dan biaya
tersembunyi
2. penyalahgunaan data
pribadi
3. penagihan agresif dan
intimidatif
4. gangguan kesehatan mental
serta krim
C. NARKOBA DAN PERGAULAN BEBAS
tindakan ini memiliki bahaya
bisa berdampak pada dampak akademik, sosial dan hukum kesehatan fisik dan
psikologi dan dampak moral.
BAB III
KESIMPULAN
Perguruan tinggi
bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga pusat pembentukan SDM unggul, beretika,
berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan dukungan
sistem pendidikan, fasilitas, dan organisasi, mahasiswa diharapkan mampu
menjadi insan cerdas, berdaya saing global, serta memberi kontribusi nyata bagi
bangsa.
BAB IV
SARAN & KESAN
SARAN
Akan lebih baik
jika materi disampaikan dengan metode yang lebih variatif, misalnya melalui
studi kasus, role play, atau praktik langsung agar mahasiswa tidak hanya
memahami teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
KESAN
Materi ini
memberikan pemahaman menyeluruh tentang dunia perkuliahan, mulai dari
sistem pendidikan
tinggi, etika mahasiswa, hingga peran perguruan tinggi di era Revolusi Industri
4.0. Penyampaiannya jelas, runtut, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa baru
sehingga bisa menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan kampus.
TERIMAKASIH

0 Komentar